Tampilkan postingan dengan label tentang kamu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang kamu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 April 2016

Doa

Doa.
Tentang perkara meminta.
Setiap orang berdoa, sebagian besar dari mereka pasti akan meminta. Doa tak pernah lepas dari perkara meminta meskipun banyak hal selain meminta yang diajarkan dalam doa. Berbagai Tuhan yang diimani oleh umat manusia selalu punya doa sebagai jalan agar manusia bisa menghubungiNya, dengan berbagai macam cara berdoa pula. Tapi selalu ada tatacaranya. Dan manusia lebih sering meminta daripada bersyukur dalam doanya.

Tapi Tuhan Yang Maha Segalanya tak pernah keberatan dengan segala macam permintaan yang dibuat manusia karena Ia Yang Maha Segalanya. Seberapa banyakpun permintaan itu karena meminta memang salah satu hal yang diberikan jalan oleh Tuhan melalui doa.

Untukku yang kecil ini, aku juga masih terlalu sering meminta daripada bersyukur saat berdoa. Salah satu yang sering aku minta adalah sebuah nama.

Namamu?

Ada jalan bagi orang berjodoh untuk bertemu melalui doa. Terkadang kita dipertemukan oleh orang yang namanya selalu kita sebut dalam doa. Ada pula saat kita dipertemukan bukan pada orang yang selalu kita sebut dalam doa, namun dipertukam oleh orang yang selalu menyebut nama kita dalam doanya. Yang paling membahagiakan adalah saat Tuhan mempertemukan orang yang sama2 saling menyebut dalam doanya.

Lalu kita?

Dulu aku terlalu sering meminta dia dalam doaku-sebelum aku menyerah. Lalu kamu, aku tak tahu apakah namaku pernah kamu sebut dalam doa jika saat inipun aku jarang tahu kapan kamu berdoa.

Lalu doa siapakah yang mempertemukan kita?

Aku ingat sesekali pernah menyelipkan namamu dalam doa. Tapi apakah yang sesekali itu bisa membuat Tuhan ingat tentang permintaanku?

Karena Tuhan Maha Segalanya

Aku saat ini adalah aku yang mencintaimu -dan berharap cinta kita tumbuh dalam doa-doa yang mulia.

-B-
*april16

Senin, 11 Agustus 2014

Tahun kedua tentangmu [a chapter]


Aku bukan tak tahu tahu kemana alamat rindu ini

Aku tahu persis kemana tujuannya

Tak berubah, tetap sama dengan saat itu
Meskipun kadang terbawa angin kedalam pusaran badai atau melintasi gurun, namun ia tetap kembali pada arah tujuannya
Hanya saja sekarang aku takut untuk menerbangkannya
Sayapnya terluka dalam penantian yang sia-sia
Kini aku tak mungkin menyembuhkan semua luka itu agar rinduku tak lagi berusaha terbang kembali menemuimu
Tidak, setelah jatuh bangun ia mengendalikan diri agar tak meledak dan membuatku gila



*)12 Agustus 2014
Tahun kedua tentangmu